Seolah tuan tak berkutik lagi
Usai bergidik ngeri atas perjumpaan pertama kali
Diam terkulai di bawah rambutnya yang memutih
Bersama suai yang menggantung diri di depan tungku api
Oh,hangatnya diri, ketika terjerembab seraya
Mengemis puisi dan berdoa sepanjang hari
Menghumbankan sajak putih
Yang terus bergelanyut di teluk bibir basah,
Namun tiada arti lagi..
Merintih sunyi dan tak habis-habisnya mencari sepi
Agar semua perjalanan bisa diakhiri
Disini didepan tungku api
Merebahkan diri bak layunya
rumbai-rumbai jubah kyai..
Berdiam lagi.. menanti mati yang menggerayangi diri
Di depan serambi untuk bisa berjumpa lagi
0 Response to "Berjumpa lagi"
Posting Komentar