Berjumpa lagi


Seolah tuan tak berkutik lagi
Usai bergidik ngeri atas perjumpaan pertama kali
Diam terkulai di bawah rambutnya yang memutih
Bersama suai yang menggantung diri di depan tungku api
Oh,hangatnya diri, ketika terjerembab seraya
Mengemis puisi dan berdoa sepanjang hari
Menghumbankan sajak putih
Yang terus bergelanyut di teluk bibir basah,
Namun tiada arti lagi..
Merintih sunyi dan tak habis-habisnya mencari sepi
Agar semua perjalanan bisa diakhiri
Disini didepan tungku api
Merebahkan diri bak layunya
rumbai-rumbai jubah kyai..
Berdiam lagi.. menanti mati yang menggerayangi diri
Di depan serambi untuk bisa berjumpa lagi


Related Posts:

Terpikir lagi


Pengap dan lembab berpacu menyaput diri
Menggeledah tiap celah lipatan kain mori
Tersibak lembaran udara berganti mengisi
Panas,gerah, marah..!
Aku meraung sembari meraih angin mati!
Mengait senandung lirik tanpa arti
Masih disini..
Aku berjingkat menari-nari
Memukul meja,lantai dan
Mengguncang bagai gempa bumi
Panas membuncah mengoyak rasa dalam diri
Rasa yang bergulat dengan pena
Dan sebait kata basi
Yang memanggul sepi usai mengais
Asa yang terpikir lagi



Related Posts: